Sabtu, 23 November 2013

Botani Tanaman

IV. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN
A.     Botani Tanaman
Botani merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian, dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk mempelajari pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan komponen abiotik, serta evolusi tumbuhan. Botani juga mempelajari tentang struktur ( anatomi dan morfologi ) dari kehidupan tumbuh-tumbuhan.

Ø  Anatomi Tumbuhan
Arti Anatomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhuk hidup. Dan Anatomi tumbuhan berarti penjelasan tentang struktur dan organisasi dari tumbuhan. Anatomi tumbuhan disebut juga Fitotomi.
Anatomi tumbuhan dibagi menjadi tiga, yaitu :

1.      Organologi
Organologi mempelajari tentang struktur dan fungsi organ berdasarkan jaringan-jaringan penyusunan. Berikut adalah jaringan dasar yang menyusun tiga organ pokok tumbuhan,

a.    Akar, tersusun dari jaringan-jaringan berikut :
-          Epidermis                  
-          Pembuluh kayu dan tapis      
-          Parenkim                   
-          Endodermis               
-          Kambiun pada tumbuhan dikotil
-          Kayu

b.    Batang, susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut :
-          Epidermis                  
-          Parenkim                   
-          Jaringan pembuluh
-          Endodermis               
-          Kambuim pada tumbuhan dikotil
-          Kayu

c.    Daun, daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun, dan helai daun. Helai daun tersusun dari jaringan-jaringan dasar berikut :
-          Epidermis                  
-          Jaringan bunga karang
-          Jaringan tiang            
-          Jaringan pembuluh

2.      Histologi
Histologi mempelajari tentang struktur dan fungsi berdasarkan bentuk dan peran sel penyusunnya. Jaringan penyusun tumbuhan antara lain :
-  Kodo (jaringan pelindung)             -  Parenkim (jaringan dasar)
-  Kolenkim (jaringan penyokong)     -  Xilem(jaringanpembuluh/pengangkut)
-  Sklerenkim (jaringan penyokong)   -  Floem (jaringan pembuluh/pengangkut)










3.      Sitologi
Sitologi mempelajari tentang bagian-bagian yang terkecil dalam tumbuhan yaitu sel. Secara umum setiap sel memiliki: membran sel, sitoplasma, dan nukleus. Pada perkembangan dan perubahan sel terdapat istilah siklus sel. Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung untuk menghasilkan dua sel anak yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang.












Ø  Morfologi Tumbuhan
Morfologi berarti ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau pengetahuan tentang bentuk. Jadi morfologi tumbuhan adalah ilmu yang mempelajari berbagai organ tumbuhan, baik bagian-bagian, bentuk maupun fungsinya.
Umumnya, tumbuhan terdiri dari tiga organ dasar, yaitu :

1.      Akar
Salah satu bagian penting pada tumbuhan adalah akar. Umumnya, akar berada di dalam tanah. Akar biasanya berwarna keputih-putihan atau kekuning-kuningan. Bentuknya yang meruncing pada ujungnya, memudahkan akar menembus tanah. Secara umum, ada dua jenis akar yaitu:
a.      Akar serabut, akar serabut umumnya terdapat pada tumbuhan monokotil. Fungsi utama akar serabut adalah untuk memperkokoh berdirinya tumbuhan. (gambar: akar Q)
b.      Akar tunggang, akar tunggang umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil. Fungsi utama akar tunggang adalah untuk menyimpan makanan.
(gambar: akar P)

Fungsi akar bagi tumbuhan :
1.      Untuk menyokong dan memperkokoh berdirinya tumbuhan di tempat hidupnya.
2.      Untuk menyerap air dan garam-garam mineral (zat-zat hara) dari dalam tanah.
3.      Mengangkut air dan zat-zat makanan yang sudah diserap ke tempat-tempat pada tumbuhan yang memerlukan.
4.      Pada beberapa macam tumbuhan ada yang berfungsi sebagai alat respirasi, misalnyatumbuhan bakau.
5.      Pada beberapa jenis tumbuhan, ada yang berbguna sebagai tempat menyimpan cadangan makanan atau sebagai alat reproduksi vegetatif. Misalnya wortel yang memiliki akar tunggang yang membesar, berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. Dan pada tumbukan sukun, dari bagian akar dapat tumbuh tunas yang akan tumbuh menjadi individu baru.

Modifikasi akar
1.      Akar napas, akar naik ke atas tanah, khususnya ke atas air seperti pada tumbuhan mangrove.
2.      Akar gantung, akar sepenuhnya berada di atas tanah. Akar gantung terdapat pada tumbuhan anggrek.
3.      Akar tunjang, akar ini banyak terdapat pada tumbuhan jenis tropis.
4.      Akar penghisap, akar ini terdapat pada tumbuhan jenis parasit seperti benalu.

2.      Batang
Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan.

Pada umumnya batang mempunyai sifat-sifat berikut :
1.      Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder.
2.      Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada inilah terdapat daun.
3.      Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)
4.      Selalu bertambah panjang di ujungnya.
5.      Selalu mengadakan percabangan.
6.      Umumnya tidak berwana hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.

3.      Daun
Daun merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang, umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi dari cahaya matahari melalui fotosintesis.

Fungsi daun bagi tanaman :
1.      Tempat terjadinya fotosintesis, pada tumbuhan dikotil terjadi di jaringan parenkim palisade. Sedangkan pada tumbuhan monokotil, terjadi pada jaringan spons.
2.      Sebagai organ pernafasan (terdapat stomata)
3.      Tempat terjadinya transpirasi
4.      Tempat terjadinya gutasi

4.      Bunga
Fungsi bunga bagi tanaman :
1.      Sebagai wadah menyatunya gamet jantang dan betina untuk mengkasilkan biji.
2.      Warna cerah dan aroma pada setiap bunga berfungsi sebagai pemikat hewan untuk membantu penyerbukan.


5.      Buah
Buah adalah organ pada tumbuhan yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah. Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Fungsi utama buah, yaitu sebagai pemencar biji tumbuhan.
                        
6.      Biji
biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertaham lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.


7.      Umbi
Umbi merupakan satu organ dari tumbuhan yang merupakan modifikasi dari organ lain dan berfungsi sebagai penyimpan zat tertentu (umumnya karbohidrat).



Sumber:
-       www.google.com
-       http://www.slideshare.net/aliefresah/anatomi-dan-morfologi-tumbuhan
-       http://bangkusekolah-id.blogspot.com/2012/10/anatomi-dan-morfologi-tumbuhan-karakteristik-tumbuhan.html
-       http://matekuliah.wordpress.com/2010/12/02/anatomi-dan-morfologi-tumbuhan/

TANAMAN PENTING JENIS OBAT-OBATAN

TANAMAN PENTING JENIS OBAT-OBATAN

1.      Kunyit

Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan          : Plantae
Ordo                : Zingiberales
Famili              : Zingiberaceae
Genus              : Curcuma
Spesies             : C. longa

Kunyit atau kunir (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.) adalah termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran. Ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika.
Kunyit digunakan sebagai obat anti gatal, anti septik dan anti jengkang serta mengurangi pembengkakan selaput lendir mulut. Kunyit dikonsumsi dalam bentuk perasan yang disebut filtrate, juga diminum sebagai ekstrak atau digunakan sebagai salep untuk obat bengkak dan terkilir. Kunyit juga berkhasiat untuk menyembuhkan hidung yang tersumbat, caranya dengan membakar kunyit dan menghirupnya. Selain itu, kunyit juga digunakan untuk anti radang, antivirus, dan juga berpotensi meningkatkan antioksidan dalam tubuh. Kurkumin, senyawa fenolik alami pada kunyit, bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Kunyit berpotensi dalam pengobatan kanker, Pada penderita kanker, sel-sel kanker menjalar melalui pembuluh darah (metastasis) dan jaringannya menjadi tumor. Angiogenesis juga terjadi, yaitu pertumbuhan pembuluh darah baru yang menyebar ke arah tumor untuk suplai nutrient, oksigen dan sirkulasi kotoran. Kurkumin mengobati kanker dengan menghambat laju pertumbuhan pembuluh-pembuluh darah baru tersebut.
Penyakit pikun dapat diperlambat dengan sering mengonsumsi kunyit dalam makanan. Penyakit Alzheimer adalah salah satu penyakit pikun yang terjadi umumnya pada usia tua, ketika aktivitas fisik otak berkurang. Kunyit berpotensi memperpanjang jangka waktu abilitas kognitif otak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa manula di Asia yang sering mengkonsumsi kare (curry) yang mengandung kunyit memiliki daya ingatan yang lebih baik daripada manula di benua yang lain.
Kunyit bisa dipakai untuk menyembuhkan beberapa hal yang berkaitan dengan penyimpangan pada kerja ginjal, terutama pada beberapa kasus-kasus yang ditandai dengan bau badan yang tidak sedap dan mata yang tidak tahan terhadap sinar, penggunaan kunyit adalah sangat efektif, yaitu dengan meminum segelas jus kunyit (dibuang ampasnya) selama 2 minggu berturut-turut. Walaupun kunyit memiliki banyak khasiat, penggunaannya harus bijaksana karena konsumsi berlebihan bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Kunyit tidak boleh digunakan oleh penderita batu empedu atau obstruksi empedu. Ibu hamil harus berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum mengonsumsi kunyit dalam jumlah tinggi karena kunyit dapat menstimulasi rahim.
Kandungan kunyit adalah kurkumin dan minyak atsiri yang berfungsi untuk pengobatan hepatitis, antioksidan, gangguan payudara, menghambat ploriferasi sel tumor pada usus besar, anti invasi, anti rheumatoid arthritis (rematik), diabetes mellitus, tifus, usus buntu, disentri, sakit keputihan, haid tidak lancar, perut mulas saat haid, memperlancar ASI, amandel, berak lendir, morbili, cangkrang (waterproken).
Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin sebanyak 10% dan bisdesmetoksikurkumin sebanyak 1-5% dan zat-zat bermanfaat lainnya seperti minyak atsiri yang terdiri dari Keton sesquiterpen, turmeron, turmeon 60%, Zingiberen 25%, feladren, sabinen, borneol, dan sineil. Kunyit juga mengandung Lemak sebanyak 1-3%, Karbohidrat sebanyak 3%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium.

2.      Teh

Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Ericales
Famili              : Theaceae
Genus              : Camellia
Spesies             : C. sinensis

Camellia sinensis atau tanaman teh, spesies tanaman daun dan pucuk daunnya digunakan untuk membuat teh. Tumbuhan ini termasuk genus Camellia, suatu genus tumbuhan berbunga dari famili Theaceae. Teh putih, teh hijau, oolong dan teh hitam semuanya didapat dari spesies ini, namun diproses secara berbeda untuk memperoleh tingkat oksidasi yang berbeda.
Daun teh digunakan dalam pengobatan tradisional Tionghoa serta sistem pengobatan lainnya untuk mengobati asma (berfungsi sebagai pelebar bronkus), angina pectoris, penyakit vaskuler perifer, dan penyakit jantung koroner. Selain itu, daun teh hijau dan ekstraknya telah ditunjukkan efektif terhadap bakteri yang menyebabkan napas buruk. Teh juga bermanfaat sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh, menurunkan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah, membantu metabolisme makanan, serta menjaga kesehatan mata dan hati.
Teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi. Teh juga mengandung kafein, teofilin, dan teobromin dalam jumlah sedikit.

3.      Jinten Hitam

Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Ranunculales
Famili              : Ranunculaceae
Genus              : Nigella
Spesies            : N. sativa

Jinten hitam atau Jintan hitam atau Habbatussauda (Nigella sativa Linn.) adalah rempah-rempah yang dapat digunakan sebagai tanaman obat. Rempah ini berbentuk butiran biji berwarna hitam ysng dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India, Pakistan, dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit.
Berikut adalah manfaat dari jintan hitam:
·                  Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman, dan bakteri. Hasil penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy, 1986 dan laporan penelitian lainnya seperti tertera dalam Jurnal Farmasi Pakistan, 1992.
·                  Mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV. Hasil penelitain Prof. G Reitmuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich dan laporan terpisah dari penelitian tim Dr. Basil Ali, Universitas King Faisal, Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology Laboratory, California, AS. Laporan lain menyebutkan bahwa Habbatussauda dapat menghentikan pertumbuhan sel tumor.
·                  Meningkatkan fungsi otak. Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6)dan asam linolenat (Omega 3), Habbatussauda merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relativitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.
·                  Menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernapasan. Menyembuhkan penyakit asma bronkial, bronkitis, gampang lelah, batuk kronis dan penyakit pernapasan lainnya.
·                  Mengatasi gangguan tidur dan stress. Unsur Sapion terdapat pada Habbatussauda mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang dapat memengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta memengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh, dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, menghilangkan stress, dan melancarkan air susu ibu (penelitian Potchestroom, 1989).
·                  Sebagai antihistamin & antialergi. Berdasarkan penelitian Nirmal Chakravaty MD 1993, dan penelitian lain oleh Dr. Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich.

Jintan hitam atau Habbatussauda mengandung aneka vitamin, mineral, protein nabati, juga asam lemak tak jenuh. Selain kandungan bahan-bahan alami tersebut, habbatussauda juga mengandung nigellon, yang termasuk dalam kategori zat antioksidan alami, seperti vitamin C dan A. Habbatussauda juga mengandung glutathion yang memiliki peran fundamental dalam melindungi tubuh dari ancaman radikal bebas.

4.      Kopi

Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan          : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Gentianales
Famili              : Rubiaceae
Genus              : Coffea

Kopi atau Coffea merupakan marga sejumlah tumbuhan berbentuk pohon yang beberapa di antaranya menjadi bahan dasar pembuatan minuman penyegar kopi. Genus ini memiliki sekitar 100 spesies, namun dari 100 spesies itu hanya dua yang memiliki nilai perdagangan penting, yaitu C. canephora (menghasilkan kopi robusta) dan C. arabica (menghasilkan kopi arabika). Beberapa jenis lainnya juga dipakai sebagai bahan campuran untuk memengaruhi aroma, seperti C. excelsa dan C. liberica.
            Kopi bermanfaat untuk menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler). Kopi juga mengandung kafein yang meningkatkan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi.
            Batas aman konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh perharinya adalah100-150 mg. Dengan jumlah ini, tubuh sudah mengalami penigkatan aktivitas yang cukup untuk membuatnya tetap terjaga.

5.      Pepaya

Klasifikasi Ilmiah:
Kerajaan          : Plantae
Ordo                : Brassicales
Famili              : Caricaceae
Genus              : Carica
Spesies            : C. papaya
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunyajenis dalam genus Carica.
Manfaat buah pepaya antara lain sebagai berikut:

·                  Mengatasi gangguan pada pencernaan. Buah pepaya mengandung enzim paparin dan serat yang berperandalam mengatasi masalah-masalah yang terjadi pada pencernaan tubuh seperti gangguan lambung, susah buang air besar, mengatasi wasir, serta membasmi beberapa parasit pada usus yang menggangu proses pencernaan makanan.
·                  Meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C, A, dan Betakaroten yang cukup tinggi dalam buah papaya berperan dalam memperbaiki sistem imun dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit seperti flu. Vitamin C juga berguna untuk mengatasi masalah sariawan pada mulut.
·                  Melindungi tubuh dari serangan jantung dan stroke. Anti-oksidan dalam buah pepaya memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya oksidasi kolesterol serta dapat menurunkan resiko serangan jantung dan stroke pada tubuh.
·                  Mengatasi peradangan. Kombinasi vitamin A, C, Betakaroten, serta sifat anti-inflamasi pada buah pepaya cukup efektif dalam mengatasi masalah peradangan. Hal ini menjadikan buah pepaya baik dikonsumsi oleh para penderita asma, osteoarthritis, dan rheumatoid arthritis.
·                  Menjaga kesehatan mata. Vitamin A dalam buah pepaya berperan penting dalam menjaga kesehatan mata dan melindungi mata dari serangan radikal bebas negatif.
·                  Membantu menurunkan berat badan. Kandungan kalori rendah, serta air dan gizi komplek dalam buah pepaya menjadikannya baik untuk dijadikan sebagai salah satu menu makanan diet.
·                  Berperan sebagai detoksifikasi alami. Anti-oksidan, vitamin, dan beberapa nutrisi lainnya dalam buah pepaya berperan dalam membantu tubuh untuk membersihkan racun-racun berbahaya dalam tubuh.
Referensi:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kunyit
2. http://majalahkesehatan.com/manfaat-dan-khasiat-kunyit-bagi-manusia/
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Teh
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Jintan_hitam
5. http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi
6. http://id.wikipedia.org/wiki/Pepaya
7. http://id.wikipedia.org/wiki/Camellia_sinensis
8. http://semyceper.blogspot.com/2012/10/manfaat-dan-bahaya-minum-teh_1.html
9. http://www.arrahmah.com/news/2013/02/15/khasiat-luar-biasa-habbatussauda-jinten-hitam-dalam-hadits-dan-ilmu-medis.html
10. http://id.wikipedia.org/wiki/Coffea
11. http://tanamanobat-herbal.blogspot.com/2013/04/manfaat-buah-pepaya-bagi-kesehatan.html