BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Meningkatnya pertumbuhan
populasi penduduk di seluruh dunia telah menyebabkan tekanan terhadap sumber
daya alam dan keanekaragaman hayati.Dalam kehidupan modern dan perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) hingga saat ini pada umumnya telah
mengeksploitasi sumber daya alam secara maksimal. Sehingga manusia mulai
bersifat boros,konsumtif dan cenderung merusak lingkungannya. Apabila proses
eksploitasi ini tidak dikendalikan dan limbah yang dihasilkan belum ditangani
secara serius, maka akan menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.
Akibatnya
lingkungan akan semakin rusak dan mengalami pencemaran. Pencemaran lingkungan
terbagi atas tiga jenis, berdasarkan tempat terjadinya, yaitu pencemaran udara,
pencemaran air dan pencemaran tanah. Di Indonesia, kerusakan lingkungan akibat
pencemaran udara, air dan tanah sudah sangat kritis. Pernah terjadi bencana
lingkungan seperti sampah, banjir dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini akan
dibahas tentang jenis-jenis pencemaran dan penyebabnya serta solusi yang
ditawarkan agar kerusakan lingkungan akibat pencemaran dapat diminimalisasi.
B. RUMUSAN
MASALAH
1.Pengertian
Populasi
2.Permasalahan
agronomis yang timbul berkaitan dengan
Populasi manusia di bumi
3. Pengartian Bahan
Pangan
4.Permasalahan
agronomis yang timbul berkaitan dengan
Pengaruh pasokan bahan
makanan
5.Hubungan Populasi manusia di bumi dengan Pasokan bahan pangan
6.Macam-macam
polusi yang ditimbulkan serta cara pencegahannya
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Populasi
Secara umum populasi adalah sekelompok
mahkluk hidup (organisme) dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah
yang sama dalam kurun waktu yang sama.
1.Manusia
Secara bahasa
manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens”
(Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
Populasi
Manusia adalah sekelompok
mahkluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah
yang sama dalam kurun waktu yang sama pula.
2. Permasalahan
agronomis yang timbul berkaitan dengan Populasi manusia di bumi
1.Sempitnya
Lahan Pertanian
Populasi manusia yang semakin tinggi mengakibatkan
permasalahan agronomis, yaitu semakin menyempitnya lahan pertanian karena
sebagian lahan pertanian yang ada banyak diubah menjadi pemukiman masyarakat
yang semakin lama populasinya semakin mengingkat.
2.Tingkat
Persaingan Untuk Bertahan Hidup Semakin Tinggi
Dengan tidak seimbangnya populasi manusia yang ada di
bumi, maka persaingan untuk bertahan hidup akan semakin sulit, hal itu
disebabkan karena masing-masing individu atau kelompok mempunyai kepentingan yang
sama, yakni mendapatkan apa yang mereka inginkan untuk mempertahankan hidupnya.
3.Semakin
Melemahnya Fungsi Hutan Sebagai Paru-Paru Dunia
Salah satu dampak peningkatan populasi manusia di bumi
adalah tidak seimbangnya kondisi hutan yang semakin lama menjadi sasaran bagi
individu / kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan
penebangan liar untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.
4.
Menumpuknya Limbah Hasil Produksi
Rumah Tangga Ataupun Limbah Pabrik
Limbah yang diakibatkan oleh hasil olahan / produksi
Rumah Tangga Ataupun Limbah Pabrik dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan
sekitar, terutama pada sektor pertanian. Sektor pertanian sangat fital
fungsinya bagi keberlangsungan populasi masnusia yang ada di bumi, sebab dari
sektor inilah bahan pangan dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Jadi ketika sektor pertanian rusak karena disebabkan oleh hasil olahan /
produksi Rumah Tangga Ataupun Limbah Pabrik, hal itu akan meyebabkan suatu
permasalahan agronomis yang bekelanjutan.
3.
Pengertian Bahan Pangan
Bahan pangan adalah suatu bahan yang digunakan dalam penyiapan,
pengolahan, dan atau pembuatan makanan dan minuman yang berasal dari sumber
hayati, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukan sebagai
makanan atau minuman untuk kebutuhan konsumsi manusia.
Bahan pangan berdasarkan sumbernya secara umum terbagi menjadi 2 golongan
yaitu.
1. Bahan Pangan
Nabati
Bahan pangan
nabati adalah bahan-bahan pangan yang berupa atau berasal dari tumbuhan baik yang liar
ataupun yang di tanam serta yang berasal dari produk-produk olahannya,
diantaranya:
a.
daun,
b.
bunga,
c.
akar,
d.
batang,
e.
umbi,
f.
buah biji ataupun bagian-bagian
tanaman yang lain.
2. Bahan Pangan
Hewani
Bahan pangan
hewani adalah semua bahan makanan yang berupa daging atau berasal dari berbagai jenis
hewan yang layak untuk dimakan baik dalam bentuk dasarnya ataupun dalam bentuk
olahan, diantaranya:
a. daging dari
binatang ternak,
b. daging dari
binatang liar
c. daging dari
binatang yang hidup di air, baik air laut maupun air tawar
4.
Permasalahan
agronomis yang timbul berkaitan dengan Pengaruh pasokan bahan makanan
Dengan melihat sumua uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
Permasalahan Agronomis yang timbul berkaitan dengan Populasi Manusia di Bumi
dengan Pasokan Bahan Pangan adalah sebagai berikut:
1.
Apabila
tempat populasi manusia di bumi semakin meningkat maka ketersediaan bahan
pangan akan semakin menipis, hal itu dikarenakan untuk bercocok tanam atau
membudidayakan bahan pangan akan semakin sempit seiring dengan diubahnya tempat
bercocok tanam atau membudidayakan bahan pangan tersebut menjadi pemukiman
masyarakat.
2.
Pasokan
bahan pangan yang tidak lancar atau tidak sempurna akan menghambat perkembangan populasi manusia di
bumi
3.
Dengan
populasi manusia di bumi yang tidak terkendali, maka hal itu akan dimanfaatkan
oleh individu atau kelompok tertentu untuk menyediakan bahan pangan yang tidak
layak untuk dikonsumsi. Misalnya mencampurkan bahan-bahan yang bisa mengganggu
kesehatan ke dalam makanan atau bahan pangan yang diperuntukan untuk dikonsumsi
oleh masyarakat luas.
4.
Populasi
manusia yang semakin meningkat akan mengakibatkan keseimbangan alam menjadi
terganggu, hal itu disebabkan oleh 2 faktor, diantaranya:
a.
Diubahnya
hutan menjadi pemukiman masyarakat,
b.
Eksplorasi
alam yang berlebihan demi untuk mendapatkan bahan pangan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya
5.
Ketika
bahan pangan tidak bisa mencukupi kebutuhan manusia yang populasinya semakin
meningkat, maka tidak berlebihan kiranya jika kami bependapat bahwa di masa
yang akan datang akan banyak orang-orang kelaparan, khususnya bagi mereka yang
tingkat ekonominya tergolong kelas ekonomi menengah ke bawah.
Berikut
ini adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk digunakan sebagai Pemecahan
masalah Agronomis yang timbul berkaitan dengan Populasi Manusia di Bumi dengan
Pasokan Bahan Pangan:
1.
Mengikuti program
Keluarga Berencana (KB) agar populasi manusia bisa terkendali
2.
Tidak
mengeksplorasi alam secara berlebihan supaya flora dan fauna yang hidup di alam
tersebut tidak punah.
5. Hubungan
Populasi manusia di bumi dengan Pasokan bahan pangan
Berdasarkan uraian tentang
populasi manusia dan pasokan bahan pangan diatas, maka dapat disimpulkan
hubungan populasi manusia di bumi dan pasokan bahan pangan antara lain sebagai
berikut:
1.
Apabila
populasi manusia di bumi meningkat, maka pasokan bahan pangan akan meningkat
pula
2.
Perkembangan
populasi manusia di bumi berbanding lurus dengan pasokan bahan pangan
6.
Macam-macam
polusi yang ditimbulkan serta cara pencegahannya
Selain
menyebabkan kekurangan dalam pasokan bahan pangan, populasi manusia yang
berlebihan juga berdampak pada polusi lingkungan. Polusi yang dapat ditimbulkan
antara lain sebagai berikut :
a. Udara
Udara bersih merupakan kebutuhan
mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara ini biasanya banyak mengandung
oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang
diperlukan. Namun seiring bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan
kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin,
solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara
semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar
seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx)
di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak
sempurna dan akhirnya menjadi polusi udara
yang dapat mengganggu kesehatan kita.
Cara pencegahannya:
Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk,
maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di
setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai
penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan
tingkat pencemaran udara.
b.
Air
Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan
rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu :
bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan
oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah
pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang
mengandung radioaktif dan panas. Pencemaran air juga dapat disebabkan oleh
berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yaitu:
Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada
eutrofikasi.
Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan
kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya
oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air
limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air
limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit
listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai
citarum
pencemaran air oleh sampah
Cara pencegahannya:
Banyak
hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air antara
lain:
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya. . (www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -).
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, menetapkan beberapa cara penanggulangan pencemaran air yang bisa diterapkan oleh kita.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya. . (www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -).
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, menetapkan beberapa cara penanggulangan pencemaran air yang bisa diterapkan oleh kita.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).
c.
Tanah
Kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan,
baik lahan untuk tempat tinggal, sarana penunjang kehidupan, industri, tempat
pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan
dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan dan pembangunan
sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga sering
dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun
hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan
hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang terjadinya
kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan
penduduk.
Cara pencegahannya:
Untuk mengatasi kekurangan lahan, dengan cara
memanfaatkan lahan pertanian produktif. Selain itu pembukaan hutan juga sering
dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun
hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak
lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang
terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya
kepadatan penduduk.
Source:
Kesimpulan:
Uraian di atas
menunjukkan betapa besar dan luasnya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh
meningkatnya populasi manusi di Bumi ini secara berkelanjutan. Ada beberapa
faktor penyebab kerusakan lingkungan, antara lain:
1.Pertambahan
penduduk yang pesat, sehingga telah menyebabkan tekanan yang sangat berat
terhadap pemanfaatan keanekaragaman hayati. Misalnya, timbulnya eksploitasi
terhadap sumber daya alam yang berlebihan.
2.Dengan
Bertambahnya jumlah penduduk yang begitu besar diseluruh dunia maka kebutuhan
akan pangan juga akan besar pula,sehingga ekploitasi akan Sumber daya alam
untuk kebutuhan manusia akan semakin meningkat,akibatnya Sumber daya alam akan
rusak dan jika tidak di kelola dengan baik maka berdampak pada generasi muda di
masa depan, sehingga kepedulian masyarakat akan lingkungan dan sumber daya alam
harus ditegakkan untuk mempertahankan kelestarian alam dan lingkungan serta
kesejahteraan masyarakat dimasa yang akan datang.
3.Polusi yang ditimbulkan akan jauh lebih banyak
seiring bertambahnya penduduk. membuat lingkungan makin tercemar dan bahkan
rusak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar