Sabtu, 23 November 2013

Permasalahan Agronomi, Persepsi dan Berbagi permasalahan yang timbul

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
                Meningkatnya pertumbuhan populasi penduduk di seluruh dunia telah menyebabkan tekanan terhadap sumber daya alam dan keanekaragaman hayati.Dalam kehidupan modern dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) hingga saat ini pada umumnya telah mengeksploitasi sumber daya alam secara maksimal. Sehingga manusia mulai bersifat boros,konsumtif dan cenderung merusak lingkungannya. Apabila proses eksploitasi ini tidak dikendalikan dan limbah yang dihasilkan belum ditangani secara serius, maka akan menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan.
Akibatnya lingkungan akan semakin rusak dan mengalami pencemaran. Pencemaran lingkungan terbagi atas tiga jenis, berdasarkan tempat terjadinya, yaitu pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah. Di Indonesia, kerusakan lingkungan akibat pencemaran udara, air dan tanah sudah sangat kritis. Pernah terjadi bencana lingkungan seperti sampah, banjir dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini akan dibahas tentang jenis-jenis pencemaran dan penyebabnya serta solusi yang ditawarkan agar kerusakan lingkungan akibat pencemaran dapat diminimalisasi.








B. RUMUSAN MASALAH
1.Pengertian Populasi
2.Permasalahan agronomis yang timbul berkaitan dengan Populasi manusia di bumi
3. Pengartian Bahan Pangan
4.Permasalahan agronomis yang timbul berkaitan dengan Pengaruh pasokan bahan makanan
5.Hubungan Populasi manusia di bumi dengan Pasokan bahan pangan
6.Macam-macam polusi yang ditimbulkan serta cara pencegahannya













BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Populasi
             Secara umum populasi adalah sekelompok mahkluk hidup (organisme) dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama.

1.Manusia
              Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).

              Populasi Manusia adalah sekelompok mahkluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan yang Maha Esa dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula.




2.      Permasalahan agronomis yang timbul berkaitan dengan Populasi manusia di bumi

1.Sempitnya Lahan Pertanian

Populasi manusia yang semakin tinggi mengakibatkan permasalahan agronomis, yaitu semakin menyempitnya lahan pertanian karena sebagian lahan pertanian yang ada banyak diubah menjadi pemukiman masyarakat yang semakin lama populasinya semakin mengingkat.

2.Tingkat Persaingan Untuk Bertahan Hidup Semakin Tinggi

Dengan tidak seimbangnya populasi manusia yang ada di bumi, maka persaingan untuk bertahan hidup akan semakin sulit, hal itu disebabkan karena masing-masing individu atau kelompok mempunyai kepentingan yang sama, yakni mendapatkan apa yang mereka inginkan untuk mempertahankan hidupnya.

3.Semakin Melemahnya Fungsi Hutan Sebagai Paru-Paru Dunia

Salah satu dampak peningkatan populasi manusia di bumi adalah tidak seimbangnya kondisi hutan yang semakin lama menjadi sasaran bagi individu / kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan penebangan liar untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu.

4.   Menumpuknya Limbah Hasil Produksi Rumah Tangga Ataupun Limbah Pabrik

Limbah yang diakibatkan oleh hasil olahan / produksi Rumah Tangga Ataupun Limbah Pabrik dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitar, terutama pada sektor pertanian. Sektor pertanian sangat fital fungsinya bagi keberlangsungan populasi masnusia yang ada di bumi, sebab dari sektor inilah bahan pangan dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Jadi ketika sektor pertanian rusak karena disebabkan oleh hasil olahan / produksi Rumah Tangga Ataupun Limbah Pabrik, hal itu akan meyebabkan suatu permasalahan agronomis yang bekelanjutan.


3.         Pengertian Bahan Pangan
             Bahan pangan adalah suatu bahan yang digunakan dalam penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan dan minuman yang berasal dari sumber hayati, baik yang diolah maupun yang tidak diolah, yang diperuntukan sebagai makanan atau minuman untuk kebutuhan konsumsi manusia.

Bahan pangan berdasarkan sumbernya secara umum terbagi menjadi 2 golongan yaitu.
1.      Bahan Pangan Nabati
Bahan pangan nabati adalah bahan-bahan pangan yang berupa atau berasal dari tumbuhan baik yang liar ataupun yang di tanam serta yang berasal dari produk-produk olahannya, diantaranya:
a.      daun,
b.      bunga,
c.       akar,
d.      batang,
e.       umbi,
f.        buah biji ataupun bagian-bagian tanaman yang lain.

2.      Bahan Pangan Hewani
Bahan pangan hewani adalah semua bahan makanan yang berupa daging atau berasal dari berbagai jenis hewan yang layak untuk dimakan baik dalam bentuk dasarnya ataupun dalam bentuk olahan, diantaranya:
a.       daging dari binatang ternak,
b.      daging dari binatang liar
c.       daging dari binatang yang hidup di air, baik air laut maupun air tawar



4.         Permasalahan agronomis yang timbul berkaitan dengan Pengaruh pasokan bahan makanan
Dengan melihat sumua uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Permasalahan Agronomis yang timbul berkaitan dengan Populasi Manusia di Bumi dengan Pasokan Bahan Pangan adalah sebagai berikut:

1.      Apabila tempat populasi manusia di bumi semakin meningkat maka ketersediaan bahan pangan akan semakin menipis, hal itu dikarenakan untuk bercocok tanam atau membudidayakan bahan pangan akan semakin sempit seiring dengan diubahnya tempat bercocok tanam atau membudidayakan bahan pangan tersebut menjadi pemukiman masyarakat.

2.      Pasokan bahan pangan yang tidak lancar atau tidak sempurna akan  menghambat perkembangan populasi manusia di bumi

3.      Dengan populasi manusia di bumi yang tidak terkendali, maka hal itu akan dimanfaatkan oleh individu atau kelompok tertentu untuk menyediakan bahan pangan yang tidak layak untuk dikonsumsi. Misalnya mencampurkan bahan-bahan yang bisa mengganggu kesehatan ke dalam makanan atau bahan pangan yang diperuntukan untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

4.      Populasi manusia yang semakin meningkat akan mengakibatkan keseimbangan alam menjadi terganggu, hal itu disebabkan oleh 2 faktor, diantaranya:
a.       Diubahnya hutan menjadi pemukiman masyarakat,
b.      Eksplorasi alam yang berlebihan demi untuk mendapatkan bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

5.      Ketika bahan pangan tidak bisa mencukupi kebutuhan manusia yang populasinya semakin meningkat, maka tidak berlebihan kiranya jika kami bependapat bahwa di masa yang akan datang akan banyak orang-orang kelaparan, khususnya bagi mereka yang tingkat ekonominya tergolong kelas ekonomi menengah ke bawah.

          Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk digunakan sebagai Pemecahan masalah Agronomis yang timbul berkaitan dengan Populasi Manusia di Bumi dengan Pasokan Bahan Pangan:
1.      Mengikuti program Keluarga Berencana (KB) agar populasi manusia bisa terkendali
2.      Tidak mengeksplorasi alam secara berlebihan supaya flora dan fauna yang hidup di alam tersebut tidak punah.

5.      Hubungan Populasi manusia di bumi dengan Pasokan bahan pangan
               Berdasarkan uraian tentang populasi manusia dan pasokan bahan pangan diatas, maka dapat disimpulkan hubungan populasi manusia di bumi dan pasokan bahan pangan antara lain sebagai berikut:

1.      Apabila populasi manusia di bumi meningkat, maka pasokan bahan pangan akan meningkat pula
2.      Perkembangan populasi manusia di bumi berbanding lurus dengan pasokan bahan pangan




6.   Macam-macam polusi yang ditimbulkan serta cara pencegahannya
            Selain menyebabkan kekurangan dalam pasokan bahan pangan, populasi manusia yang berlebihan juga berdampak pada polusi lingkungan. Polusi yang dapat ditimbulkan antara lain sebagai berikut :
a.      Udara
Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara ini biasanya banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan. Namun seiring bertambahnya pemukiman, alat transportasi, dan kawasan industri yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Berbagai kegiatan industri juga menghasilkan gas-gas pencemar seperti oksida nitrogen (NOx) dan oksida belerang (SOx) di udara. Zat-zat sisa itu dihasilkan akibat dari pembakaran yang tidak sempurna dan akhirnya menjadi polusi udara  yang dapat mengganggu kesehatan kita.


Cara pencegahannya:
Jadi dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan oksigen semakin banyak. Oleh karena itu pemerintah kota di setiap wilayah gencar mengkampanyekan penanaman pepohonan. Selain sebagai penyejuk dan keindahan, pepohonan berfungsi sebagai hutan kota untuk menurunkan tingkat pencemaran udara.

b.      Air
Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian dan rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat masuk perairan yaitu : bahan-bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan-bahan yang banyak membutuhkan oksigen untuk pengurainya, bahan-bahan kimia organic dari industri atau limbah pupuk pertanian, bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan), dan bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas. Pencemaran air juga dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yaitu:
Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
pencemaran air oleh sampah

Cara pencegahannya:
Banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai cara penanggulangan pencemaran air antara lain:
1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi sumber mata air agar tidak tercemar.
2. Tidak membuang sampah ke sungai.
3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
5. Pembuatan sanitasi yang benar dan bersih agar sumber-sumber air bersih lainnya tidak tercemar.
Cara penanggulangan pencemaran air lainnya adalah melakukan penanaman pohon. Pohon selain bisa mencegah longsor, diakui mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Itu sebabnya banyak bencana banjir akibat penebangan pohon secara massal. Padahal, pohon merupakan penyerap air paling efektif dan handal.
Bahkan, daerah resapan air pun dijadikan pemukiman dan pusat wisata. Pohon sesungguhnya bisa menjadi sumber air sebab dengan banyaknya pohon, semakin banyak pula sumber-sumber air potensial di bawahnya. . (www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html -).
Dalam menyikapi permasalahan pencemaran air ini, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, menetapkan beberapa cara penanggulangan pencemaran air yang bisa diterapkan oleh kita.
Beberapa cara penanggulangan pencemaran air tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Program Pengendalian Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan
• Mengurangi beban pencemaran badan air oleh industri dan domestik.
• Mengurangi beban emisi dari kendaraan bermotor dan industri.
• Mengawasi pemanfaatan B3 dan pembuangan limbah B3.
• Mengembangkan produksi yang lebih bersih (cleaner production) dan EPCM (Environmental Pollution Control Manager).

c.       Tanah
Kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal, sarana penunjang kehidupan, industri, tempat pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.

Cara pencegahannya:
Untuk mengatasi kekurangan lahan, dengan cara memanfaatkan lahan pertanian produktif. Selain itu pembukaan hutan juga sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.


Source:




Kesimpulan:
             Uraian di atas menunjukkan betapa besar dan luasnya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh meningkatnya populasi manusi di Bumi ini secara berkelanjutan. Ada beberapa faktor penyebab kerusakan lingkungan, antara lain:
1.Pertambahan penduduk yang pesat, sehingga telah menyebabkan tekanan yang sangat berat terhadap pemanfaatan keanekaragaman hayati. Misalnya, timbulnya eksploitasi terhadap sumber daya alam yang berlebihan.
2.Dengan Bertambahnya jumlah penduduk yang begitu besar diseluruh dunia maka kebutuhan akan pangan juga akan besar pula,sehingga ekploitasi akan Sumber daya alam untuk kebutuhan manusia akan semakin meningkat,akibatnya Sumber daya alam akan rusak dan jika tidak di kelola dengan baik maka berdampak pada generasi muda di masa depan, sehingga kepedulian masyarakat akan lingkungan dan sumber daya alam harus ditegakkan untuk mempertahankan kelestarian alam dan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat dimasa yang akan datang.
 3.Polusi yang ditimbulkan akan jauh lebih banyak seiring bertambahnya penduduk. membuat lingkungan makin tercemar dan bahkan rusak.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar