Selasa, 19 November 2013

Budidaya Jagung Hibrida



 BAB 1. PENDAHULUAN                    
Usaha tani dilakukan demi memenuhi kebutuhan pangan manusia yang semakin lama semakin meingkat populasinya, terutama usaha tani dalam meningkatkan prosuksi tanaman pangan. Tanaman pangan adalah segala jenis tanaman yang dapat menghasilkan karbohidrat dan protein. Tanaman pangan terdiri dari jenis serealia seperti padi, jagung dan gandum, jenis legum seperti kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau, jenis umbi seperti ubi kayu dan ubi jalar. Komoditas tanaman pangan adalah komoditas yang sangat penting untuk dikembangkan demi mempertahankan ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, selain itu pertanian tanaman pangan juga dapat meningkatkan perekonomian (Soetriono, 2006).
Komoditas jagung mempunyai peranan yang strategis dan ekomonis, dimana kebutuhan jagung terus meningkat sepanjang tahun. Pada tahun 2020, permintaan jagung di negara sedang berkembang diperkirakan akan melebihi permintaan beras dan gandum. Permintaan jagung dunia diperkirakan akan meningkat sebesar 50%, yakni dari 558 juta ton pada tahun 1995 menjadi 837 juta ton pada tahun 2020 (Zubachtirodin, 2011). Pesatnya permintaan jagung tersebut dikarenakan meningkatnya pertumbuhan usaha peternakan, utamanya ternak unggas dan babi.

Minnesota-corn-20030826.jpg
Gambar 1. Hamparan Pertanaman Jagung

Peningkatan permintaan jagung terutama sangat nyata bagi negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara, yang diproyeksikan meningkat dari 150 juta ton pada tahun 1995 menjadi 289 juta ton pada tahun 2020 (IFRI dalam Zubachtirodin, 2011) atau terjadi peningkatan sebesar 86,7%. Permintaan ini akan semakin meningkat dengan semakin beragamnya pemanfaatan jagung untuk usaha industri, antara lain untuk sumber bahan baku etanol.
Budidaya jagung sudah menyebar keseluruh nusantara. Sebagian besar para petani menanami lahannya dengan tanaman jagung. Sehingga Indonesia merupakan salah satu penghasil jagung terbesar. Dengan kemajuan zaman, dikembangkanlah berbagai macam jenis jagung di Indonesia. Hingga para petani membudidayakan beberapa jenis jagung seperti : galur murni, komposit, sintetik, dan hibrida. Dari berbagai jenis jagung yang paling banyak dibudidayakan adalah jagung hibrida.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiN8xacsu9yN5RBF_SU31asIyfdIZsWREeDhBHUBjljFsuDh76BzEbTd_0I6c6aqIOua9HdexuCJXtEAqMjh-5Nc45t_svEDUnqeB-9pWRdkZeQtcgQ0vm5fgG6_qsreg1ukrq0cECtahM/s1600/images.jpeg
jagung.gif
Gambar 2. Tanaman Jagung

BAB 2. PEMBAHASAN
Jagung merupakan tanaman semusim dengan batang tumbuh tegak, berakar serabut dan mempunyai tinggi antara 1 – 3 m. Tanaman jagung banyak dibudidayakan karena penyebarannya sangat luas, tanaman tersebut mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi lingkungan. Jagung tumbuh dengan baik di wilayah yang berada pada 580 LU dan 500 LS, sampai ketinggian lebih dari 3.000 m dpl, dengan kondisi curah hujan tinggi sampai rendah, lahan marjinal sampai subur, dan dari wilayah beriklim tropis (panas) sampai sub-tropis. (Zubachtirodin, 2011). Tanaman jagung termasuk tanaman yang menyerbuk silang, oleh karena itu peluang menyerbuk sendiri kurang dari 5%, sehingga tanaman jagung mendapat serbuk sari dari tanaman jagung yang ada di sekitarnya. Tepung sari dapat diterbangkan sampai ratusan meter tergantung pada kecepatan angin.
Secara umum tantangan yang dihadapi dalam pengembangan budidaya jagung adalah sebagai berikut:
a.    Faktor Lingkungan
Tantangan yang pertama adalah faktor lingkungan atau lahannya, seperti: Ketersediaan unsur hara dalam tanah kurang, dengan urutan prioritas NPK; Ketersediaan air pada saat musim kemarau sangat kurang pada lahan kering beriklim basah, belum ada solusi yang terbaik untuk mengatasinya; Tanah bersifat masam dan mengandung banyak Alumunium, dan;  Banyaknya lahan yang kekurangan bahan organik karena telah lama dimanfaatkan secara intensif untuk budidaya pertanian.
b. Faktor Organisme Pengganggu Tumbuhan
            Tantangan kedua yaitu Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), ada berbagai organisme yang mengganggu dalam budidaya jagung. Penyakit yang sering menyerang tanaman jagung adalah bulai, hawar daun, karat, dan busuk batang. Selanjutnya hama, hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah penggerek batangn lalat bibit, dan hama kumbang pupuk
c. Teknik Budidaya
            Dalam hal ketiga ini masih banyak petani yang menerapkan teknik budidaya secara tradisional atau belum sesuai anjuran, antara lain: Menanam varietas dengan potensi hasil rendah seperti varietas lokal atau hibrida turunan maupun komposit yang ditanam terus menerus;  Populasi tanaman rendah karena petani sengaja menanam dengan jarak tanam lebar dan tanah tidak subur dan; Pemupukan yang tidak sesuai anjuran.
d. Sosial-Ekonomi dan Kelembagaan
Tantangan selanjutnya yang harus dihadapi para petani jagung adalah harga produk jagung masih fluktuatif dan cenderung rendah pada saat panen raya. Kemudian harga sarana produksi (benih, pupuk, dan pestisida) relatif mahal. Selanjutnya petani kurang dan sulit untuk mengakses permodalan. Dan yang terakhir kelembagaan kelompok tani masih lemah.
e. Faktor Panen
Pada saat musimnya panen jagung, sekitar 60% pertanaman jagung di Indonesia dipanen pada saat curah hujan masih cukup tinggi. Sehingga untuk mengeringkan jagung cukup kesulitan, karena terbatasnya alat pengering sehingga menyebabkan biji jagung mudah terinfeksi jamur yang dapat menurunkan kualitas seperti kadar aflatoksin yang tinggi.

Cara Budidaya Jagung
            Dalam budidayanya ada beberapa tahapan untuk bercocok tanam jagung hibrida. Tahapan-tahapan tersebut ialah pengolahan lahan, persiapan benih, penanaman, pemupukan, pengendalian gulma, pengairan, panen, dan pasca panen.
            Pertama  dari tahapan tersebut adalah pengolahan lahan, tanah diolah terlebih dahulu sebelum bercocok tanam. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dicangkul dan diolah dengan bajak. Lahan yang ideal yaitu tanah gembur, subur, dan tidak mudah tergenang air; memiliki cukup bahan organik; PH tanah netral; areal lahan memiliki persediaan air yang cukup dan; sinar matahari penuh.
            Kedua yaitu pemilihan benih, Benih sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda). Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Dalam menentukan benih berkualitas dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : a. FISIK                                                  b. MORFOLOGIS
-       Ukuran benih seragam                       -  Sifat yang khas
-       Bebas jamur/hama gudang                -  Tanaman seragam
-       Daya kecambah baik                            -  Tahan cekaman lingkungan

c.  PERTUMBUHAN                              d. HASIL
-  Pertumbuhan awal/vigor kokoh           - Kelobot tertutup rapat
-  Tahan hama dan penyakit                    - Ukuran tongkol besar         
-  Tanggap terhadap pemupukan             - Produksi tinggi
-  Tahan rebah karena memiliki              - Rendemen tinggi
    perakaran yang kuat                            - Biji rapat, berat, dan tertata rapi

            Tahapan ketiga yaitu penanaman, penanaman dilakukan saat kondisi tanah lembab, setelah hujan atau diairi. Kemudian penanaman dilakukan dengan cara ditugal, tanah dilubangi sedalam ± 3 cm. Masukkan benih 1-2 biji kelubang lalu ditutup dengan tanah atau pupuk organik. Gunakan jarak tanam, biasanya yang dipergunakan adalah 70 cm × 20 cm.
            Selanjutnya adalah pemupukan, penanaman yang dilakukan dengan menggunakan tugal, pemupukannya buat lubang disampin tanaman dengan jarak ± 5-10 cm, lalu pupuk dimasukkan kedalam lubang dan ditutup dengan tanah. Lakukan pemupukan yang berimbang, yaitu pemupukan dengan melengkapi semua unsur makro yang dibutuhkan tanaman, yaitu unsur NPK.
            Tahapan terakhir adalah pengairan, pengairan merupakan faktor penting dalam budidaya jagung. Kekurangan air berpengaruh pada produktivitas tanaman. Kelebihan air juga menyebabkan tanaman jagung mati. Apabila lahan yang digunakan merupakan lahan tanpa irigasi atau lahan darat yang tidak mempunyai persediaan air maka pengairan bisa dilakukan dengan sistem irigasi sumur atau disiram secara manual (pada dasarnya jagung tidak memerlukan banyak air).
Rounded Rectangle:   




















 















Input yang diperlukan dalam budidaya jagung ini yang pertama adalah lahan bisa berupa tanah. Kemudian modal bisa berupa benih tanaman, pupuk, obat-obatan, dan lain sebagainya. Tenaga kerja berupa tenaga kerja petani untuk membudidayakan jagung. Sehingga menghasilkan output atau hasil tanaman untuk dijadikan bahan makanan  berupa jagung bakar, lauk pauk dari jagung, dan sebagainya. Kemudian hasil selanjutnya digunakan untuk pakan ternak, biasanya untuk pakan ternak unggas maupun ruminansia.
BAB 3. PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
            Jagung merupakan tanaman pangan terbesar kedua setelah padi, sehingga banyak para petani membudidayakan jagung untuk mendapatkan kesejahteraan perekonomiannya. Tetapi dalam hal ini petani harus lebih waspada, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi petani jagung dalam membudidayakan tanamannya. Tantangan pertama terletak di faktor lingkungannya yang kurang unsur-unsur makro seperti unsur NPK, yang kedua tantangan organisme pengganggu tumbuhan, seperti busuk batang. Selanjutnya tantangan dari teknik budidayanya yang masih tradisional, misal jarak tanamnya yang lebar. Kemudian tantangan dari sosial ekonominya, yang pada saat panen raya harga jagung cenderung turun. Untuk yang terakhir adalah tantangan dari panennya, pada saat panen sebagian besar jagung dipanen pada saat musim hujan, sehingga mengakibatkan kesulitannya para petani mengeringkan. karena terbatasnya alat pengering sehingga menyebabkan biji jagung mudah terinfeksi jamur yang dapat menurunkan kualitas jagung itu sendiri.
            Dalam budidaya tanaman jagung diperlukan ketrampilan-ketrampilan untuk mengolah lahan, supaya mendapatkan kondisi lahan yang ideal untuk ditanami jagung. Selanjutnya memilih benih, untuk menghasilkan benih-benih berkualitas dengan memperhatikan beberapa aspek seperti fisik, morfologi, pertumbuhan, dan hasil. Mengerti cara penanaman yang baik, melakukan penanaman pada saat kondisi tanah lembab, saat  setelah hujan ataupun setelah diairi. Memahami cara pemupukan, memupuk disamping tanaman dengan jarak 5-10 cm, dan melakukan pemupukan yang berimbang, yaitu melengkapi semua unsur makro dalam tanah, unsur N, unsur P, dan unsur K seimbang supaya unsur hara dalam tanah tetap terjaga dan terdapat cadangannya.
           


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2006. Budidaya Jagung Hibrida. (http://www.tanindo.com/, diakses 25 Oktober 2013)
Anonim. 2012. Budidaya Tanaman Jagung. (http://bpij.gorontaloprov.go.id/, diakses 25 Oktober 2013)
Rahmi, dkk. 2009. Teknologi Budidaya Jagung Hibrida. Sulsel: Balai Penelitian Tanaman Serealia
Zubachtirodin. 2011. Teknologi Budidaya Jagung. Jakarta: Katalog Dalam Terbitan

2 komentar:


  1. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan RHIZOBIUM untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami dihttps://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus
  2. INGIN DAPAT CUAN BESAR !!
    GABUNG DISINI YUK !!
    LINK HOKI : MARIOQQ88. Org
    WA+62 821-4331-1663

    Link Alternatif :
    - www.marioqq88. org
    - www.marioqq88. club

    BalasHapus