BAB
1. PENDAHULUAN
Usaha tani dilakukan demi
memenuhi kebutuhan pangan manusia yang semakin lama semakin meingkat
populasinya, terutama usaha tani dalam meningkatkan prosuksi tanaman pangan.
Tanaman pangan adalah segala jenis tanaman yang dapat menghasilkan karbohidrat
dan protein. Tanaman pangan terdiri dari jenis serealia seperti padi, jagung
dan gandum, jenis legum seperti kacang tanah, kedelai, dan kacang hijau, jenis
umbi seperti ubi kayu dan ubi jalar. Komoditas tanaman pangan adalah komoditas
yang sangat penting untuk dikembangkan demi mempertahankan ketahanan pangan,
kesejahteraan masyarakat, selain itu pertanian tanaman pangan juga dapat meningkatkan
perekonomian (Soetriono, 2006).
Komoditas
jagung mempunyai peranan yang strategis dan ekomonis, dimana kebutuhan jagung
terus meningkat sepanjang tahun. Pada tahun 2020, permintaan jagung di negara
sedang berkembang diperkirakan akan melebihi permintaan beras dan gandum.
Permintaan jagung dunia diperkirakan akan meningkat sebesar 50%, yakni dari 558
juta ton pada tahun 1995 menjadi 837 juta ton pada tahun 2020 (Zubachtirodin,
2011). Pesatnya permintaan jagung tersebut dikarenakan meningkatnya pertumbuhan
usaha peternakan, utamanya ternak unggas dan babi.

Gambar
1. Hamparan Pertanaman Jagung
Peningkatan
permintaan jagung terutama sangat nyata bagi negara-negara di Asia Timur dan
Asia Tenggara, yang diproyeksikan meningkat dari 150 juta ton pada tahun 1995
menjadi 289 juta ton pada tahun 2020 (IFRI dalam Zubachtirodin, 2011) atau
terjadi peningkatan sebesar 86,7%. Permintaan ini akan semakin meningkat dengan
semakin beragamnya pemanfaatan jagung untuk usaha industri, antara lain untuk
sumber bahan baku etanol.
Budidaya
jagung sudah menyebar keseluruh nusantara. Sebagian besar para petani menanami
lahannya dengan tanaman jagung. Sehingga Indonesia merupakan salah satu
penghasil jagung terbesar. Dengan kemajuan zaman, dikembangkanlah berbagai
macam jenis jagung di Indonesia. Hingga para petani membudidayakan beberapa
jenis jagung seperti : galur murni, komposit, sintetik, dan hibrida. Dari
berbagai jenis jagung yang paling banyak dibudidayakan adalah jagung hibrida.


Gambar 2. Tanaman Jagung
BAB 2. PEMBAHASAN
Jagung merupakan
tanaman semusim dengan batang tumbuh tegak, berakar serabut dan mempunyai
tinggi antara 1 – 3 m. Tanaman jagung banyak dibudidayakan karena penyebarannya
sangat luas, tanaman tersebut mampu beradaptasi dengan baik pada berbagai
kondisi lingkungan. Jagung tumbuh dengan baik di wilayah yang berada pada 580
LU dan 500 LS, sampai ketinggian lebih dari 3.000 m dpl, dengan kondisi curah
hujan tinggi sampai rendah, lahan marjinal sampai subur, dan dari wilayah
beriklim tropis (panas) sampai sub-tropis. (Zubachtirodin, 2011). Tanaman
jagung termasuk tanaman yang menyerbuk silang, oleh karena itu peluang
menyerbuk sendiri kurang dari 5%, sehingga tanaman jagung mendapat serbuk sari
dari tanaman jagung yang ada di sekitarnya. Tepung sari dapat diterbangkan
sampai ratusan meter tergantung pada kecepatan angin.
Secara umum tantangan yang
dihadapi dalam pengembangan budidaya jagung adalah sebagai berikut:
a. Faktor
Lingkungan
Tantangan
yang pertama adalah faktor lingkungan atau lahannya, seperti: Ketersediaan
unsur hara dalam tanah kurang, dengan urutan prioritas NPK; Ketersediaan air
pada saat musim kemarau sangat kurang pada lahan kering beriklim basah, belum
ada solusi yang terbaik untuk mengatasinya; Tanah bersifat masam dan mengandung
banyak Alumunium, dan; Banyaknya lahan
yang kekurangan bahan organik karena telah lama dimanfaatkan secara intensif
untuk budidaya pertanian.
b. Faktor Organisme
Pengganggu Tumbuhan
Tantangan kedua yaitu Organisme
Pengganggu Tanaman (OPT), ada berbagai organisme yang mengganggu dalam budidaya
jagung. Penyakit yang sering menyerang tanaman jagung adalah bulai, hawar daun,
karat, dan busuk batang. Selanjutnya hama, hama yang sering menyerang tanaman
jagung adalah penggerek batangn lalat bibit, dan hama kumbang pupuk
c. Teknik Budidaya
Dalam
hal ketiga ini masih banyak petani yang menerapkan teknik budidaya secara
tradisional atau belum sesuai anjuran, antara lain: Menanam varietas dengan potensi
hasil rendah seperti varietas lokal atau hibrida turunan maupun komposit yang
ditanam terus menerus; Populasi tanaman
rendah karena petani sengaja menanam dengan jarak tanam lebar dan tanah tidak
subur dan; Pemupukan yang tidak sesuai anjuran.
d. Sosial-Ekonomi dan Kelembagaan
Tantangan selanjutnya yang harus
dihadapi para petani jagung adalah harga produk jagung masih fluktuatif dan
cenderung rendah pada saat panen raya. Kemudian harga sarana produksi (benih,
pupuk, dan pestisida) relatif mahal. Selanjutnya petani kurang dan sulit untuk
mengakses permodalan. Dan yang terakhir kelembagaan kelompok tani masih lemah.
e. Faktor Panen
Pada saat musimnya panen jagung,
sekitar 60% pertanaman jagung di Indonesia dipanen pada saat curah hujan masih
cukup tinggi. Sehingga untuk mengeringkan jagung cukup kesulitan, karena terbatasnya
alat pengering sehingga menyebabkan biji jagung mudah terinfeksi jamur yang
dapat menurunkan kualitas seperti kadar aflatoksin yang tinggi.
Cara Budidaya Jagung
Dalam
budidayanya ada beberapa tahapan untuk bercocok tanam jagung hibrida.
Tahapan-tahapan tersebut ialah pengolahan lahan, persiapan benih, penanaman,
pemupukan, pengendalian gulma, pengairan, panen, dan pasca panen.
Pertama dari tahapan tersebut adalah pengolahan
lahan, tanah diolah terlebih dahulu sebelum bercocok tanam. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman sebelumnya, sisa
tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian
dicangkul dan diolah dengan bajak. Lahan yang ideal yaitu tanah gembur, subur,
dan tidak mudah tergenang air; memiliki cukup bahan organik; PH tanah netral;
areal lahan memiliki persediaan air yang cukup dan; sinar matahari penuh.
Kedua yaitu pemilihan benih, Benih
sebaiknya bermutu tinggi baik genetik, fisik dan fisiologi (benih hibryda).
Daya tumbuh benih lebih dari 90%. Dalam
menentukan benih berkualitas dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu : a. FISIK
b. MORFOLOGIS
- Ukuran benih
seragam - Sifat
yang khas
- Bebas
jamur/hama gudang - Tanaman seragam
-
Daya kecambah baik - Tahan cekaman lingkungan
c. PERTUMBUHAN d. HASIL
- Pertumbuhan awal/vigor kokoh - Kelobot tertutup rapat
- Tahan hama dan penyakit - Ukuran tongkol besar
- Tanggap terhadap pemupukan - Produksi tinggi
- Tahan rebah karena memiliki - Rendemen tinggi
- Pertumbuhan awal/vigor kokoh - Kelobot tertutup rapat
- Tahan hama dan penyakit - Ukuran tongkol besar
- Tanggap terhadap pemupukan - Produksi tinggi
- Tahan rebah karena memiliki - Rendemen tinggi
perakaran
yang kuat -
Biji rapat, berat, dan tertata rapi
Tahapan
ketiga yaitu penanaman, penanaman dilakukan saat kondisi tanah lembab, setelah
hujan atau diairi. Kemudian penanaman dilakukan dengan cara ditugal, tanah
dilubangi sedalam ± 3 cm. Masukkan benih 1-2 biji kelubang lalu ditutup dengan
tanah atau pupuk organik. Gunakan jarak tanam, biasanya yang dipergunakan
adalah 70 cm × 20 cm.
Selanjutnya
adalah pemupukan, penanaman yang dilakukan dengan menggunakan tugal,
pemupukannya buat lubang disampin tanaman dengan jarak ± 5-10 cm, lalu pupuk
dimasukkan kedalam lubang dan ditutup dengan tanah. Lakukan pemupukan yang
berimbang, yaitu pemupukan dengan melengkapi semua unsur makro yang dibutuhkan
tanaman, yaitu unsur NPK.
Tahapan
terakhir adalah pengairan, pengairan merupakan faktor penting dalam budidaya
jagung. Kekurangan air berpengaruh pada produktivitas tanaman. Kelebihan air
juga menyebabkan tanaman jagung mati. Apabila
lahan yang digunakan merupakan lahan tanpa irigasi atau lahan darat yang tidak
mempunyai persediaan air maka pengairan bisa dilakukan dengan sistem irigasi
sumur atau disiram secara manual (pada dasarnya jagung tidak memerlukan banyak
air).
![]() |
|||||||
![]() |
![]() |
||||||
Input yang diperlukan dalam budidaya jagung ini yang pertama
adalah lahan bisa berupa tanah. Kemudian modal bisa berupa benih tanaman,
pupuk, obat-obatan, dan lain sebagainya. Tenaga kerja berupa tenaga kerja
petani untuk membudidayakan jagung. Sehingga menghasilkan output atau hasil
tanaman untuk dijadikan bahan makanan
berupa jagung bakar, lauk pauk dari jagung, dan sebagainya. Kemudian
hasil selanjutnya digunakan untuk pakan ternak, biasanya untuk pakan ternak
unggas maupun ruminansia.
BAB
3. PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Jagung
merupakan tanaman pangan terbesar kedua setelah padi, sehingga banyak para
petani membudidayakan jagung untuk mendapatkan kesejahteraan perekonomiannya.
Tetapi dalam hal ini petani harus lebih waspada, ada beberapa tantangan yang
harus dihadapi petani jagung dalam membudidayakan tanamannya. Tantangan pertama
terletak di faktor lingkungannya yang kurang unsur-unsur makro seperti unsur
NPK, yang kedua tantangan organisme pengganggu tumbuhan, seperti busuk batang.
Selanjutnya tantangan dari teknik budidayanya yang masih tradisional, misal
jarak tanamnya yang lebar. Kemudian tantangan dari sosial ekonominya, yang pada
saat panen raya harga jagung cenderung turun. Untuk yang terakhir adalah
tantangan dari panennya, pada saat panen sebagian besar jagung dipanen pada
saat musim hujan, sehingga mengakibatkan kesulitannya para petani mengeringkan.
karena terbatasnya alat pengering sehingga menyebabkan biji jagung mudah
terinfeksi jamur yang dapat menurunkan kualitas jagung itu sendiri.
Dalam
budidaya tanaman jagung diperlukan ketrampilan-ketrampilan untuk mengolah
lahan, supaya mendapatkan kondisi lahan yang ideal untuk ditanami jagung.
Selanjutnya memilih benih, untuk menghasilkan benih-benih berkualitas dengan
memperhatikan beberapa aspek seperti fisik, morfologi, pertumbuhan, dan hasil.
Mengerti cara penanaman yang baik, melakukan penanaman pada saat kondisi tanah
lembab, saat setelah hujan ataupun
setelah diairi. Memahami cara pemupukan, memupuk
disamping tanaman dengan jarak 5-10 cm, dan melakukan pemupukan yang berimbang,
yaitu melengkapi semua unsur makro dalam tanah, unsur N, unsur P, dan unsur K
seimbang supaya unsur hara dalam tanah tetap terjaga dan terdapat cadangannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Rahmi, dkk. 2009. Teknologi Budidaya
Jagung Hibrida. Sulsel: Balai Penelitian Tanaman Serealia
Zubachtirodin. 2011. Teknologi
Budidaya Jagung. Jakarta: Katalog Dalam Terbitan



BalasHapusPUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO
menyediakan RHIZOBIUM untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami dihttps://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro
INGIN DAPAT CUAN BESAR !!
BalasHapusGABUNG DISINI YUK !!
LINK HOKI : MARIOQQ88. Org
WA+62 821-4331-1663
Link Alternatif :
- www.marioqq88. org
- www.marioqq88. club